Workshop dan Pelatihan Pemantauan Dugong Berbasis Masyarakat di Desa Lassar

  • May 22, 2026
  • Admin Desa Lassar

Pemerintah Desa Lassar bersama para pemangku kepentingan melaksanakan kegiatan Workshop dan Pelatihan Pemantauan Dugong Berbasis Masyarakat yang berlangsung pada tanggal 18 sampai 22 Mei 2026 di Gedung Serbaguna Dusun Batu Mana Desa Lassar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam upaya perlindungan serta pemantauan dugong di wilayah perairan Desa Lassar.
Workshop ini menghadirkan materi mengenai dasar-dasar dugong, metode pemantauan, etika pengamatan, hingga penanganan dugong yang terdampar. Berdasarkan hasil diskusi, diketahui bahwa masyarakat pernah menemukan satu ekor dugong di bagian barat Pulau Menduluk. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penting perlunya pemantauan berbasis masyarakat di wilayah pesisir Desa Lassar.
Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa dugong merupakan mamalia laut yang termasuk dalam kelompok sirenia dan merupakan satu-satunya jenis sirenia yang ditemukan di Indonesia. Dugong hidup di perairan dangkal yang memiliki padang lamun sebagai sumber makanan utama. Satwa ini juga telah masuk dalam kategori satwa yang dilindungi dan terancam punah sehingga membutuhkan perhatian bersama dalam pelestariannya.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai ciri-ciri dugong, perilaku hidup, habitat, hingga perannya dalam menjaga ekosistem laut. Dugong diketahui memiliki kontribusi penting terhadap kesehatan padang lamun, penyebaran biji lamun, serta mendukung keseimbangan ekosistem pesisir dan karbon biru.
Selain materi teori, peserta juga diberikan pelatihan terkait metode pemantauan dugong berbasis masyarakat, di antaranya:
•    Metode bioakustik dengan merekam suara dugong
•    Pemantauan visual menggunakan drone
•    Identifikasi jejak makan (feeding trail) pada padang lamun
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai etika pemantauan dugong, seperti larangan mengejar, menyentuh, memberi makan, maupun membuat suara keras yang dapat mengganggu satwa tersebut. Dalam kondisi tertentu, masyarakat juga diberikan arahan mengenai langkah penanganan apabila menemukan dugong terdampar, baik dalam keadaan hidup maupun mati.
Kegiatan ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam konservasi dugong melalui pendataan kemunculan dugong, identifikasi habitat penting, hingga pelaporan aktivitas yang berpotensi mengganggu keberadaan dugong di perairan Desa Lassar.
Melalui workshop dan pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Lassar dapat menjadi bagian aktif dalam menjaga kelestarian dugong dan ekosistem pesisir, sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berbasis konservasi di wilayah Desa Lassar.