Pemaparan Program Budidaya Kerapu oleh BUMDesa Sinar Baru
- Apr 15, 2026
- Admin Web Desa Lassar
Lassar, 7 April 2026 — Pemerintah Desa Lassar menggelar kegiatan pemaparan program ketahanan pangan berupa budidaya ikan kerapu yang dilaksanakan oleh BUMDesa Sinar Baru. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (07/04/2026) pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Lassar.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyertaan modal Pemerintah Desa Lassar Tahun Anggaran 2025 kepada BUMDesa Sinar Baru, khususnya untuk pengembangan budidaya ikan kerapu menggunakan keramba jaring apung yang berlokasi di Dusun Ulim.
Acara ini mengundang ketua BUMDESA Sinar Baru dan Anggota, Ketua BPD, Sekretaris BPD, kadus se desa Lassar, serta kelompok nelayan pengelola kegitan ketahanan pangan desa Lassar.
Pemaparan Kinerja Unit Usaha BUMDesa
Dalam pemaparannya, BUMDesa Sinar Baru menyampaikan laporan perkembangan beberapa unit usaha yang telah berjalan selama tahun 2025.
Pada unit usaha sewa lapangan futsal, tercatat saldo awal tahun sebesar Rp500.000 dan mengalami peningkatan hingga saldo akhir tahun sebesar Rp5.185.000.
Sementara itu, pada unit usaha sewa ruko, saldo awal tahun sebesar Rp3.897.000 dan meningkat menjadi Rp5.232.000 di akhir tahun.
Dari kedua unit usaha tersebut, total saldo akhir tahun mencapai Rp10.417.000. Berdasarkan skema bagi hasil sebesar 15%, maka kontribusi yang disetorkan ke Pemerintah Desa Lassar adalah sebesar Rp1.562.550.
Perkembangan Usaha Budidaya Ikan Kerapu
Selain unit usaha jasa, BUMDesa juga memaparkan perkembangan usaha budidaya ikan kerapu yang menjadi fokus program ketahanan pangan desa.
Per tanggal 3 Oktober 2025, saldo awal usaha tercatat sebesar Rp233.105.500. Dana tersebut kemudian digunakan untuk pembelian bibit ikan kerapu sebanyak 9.000 ekor dengan total biaya Rp162.000.000 serta biaya administrasi bank sebesar Rp2.500.
Selanjutnya, pada 18 Desember 2025 dilakukan pembelian pakan (pelet) ikan kerapu sebanyak 30 zak dengan total biaya Rp19.500.000 dan biaya administrasi bank sebesar Rp2.500.
Dalam pelaksanaannya, terdapat tingkat kematian bibit ikan kerapu sekitar ±2.800 ekor dari total 9.000 bibit awal, yang menjadi salah satu catatan evaluasi dalam pengelolaan usaha ke depan.
Dengan demikian, total penggunaan dana hingga Desember 2025 mencapai Rp181.505.000. Dari jumlah tersebut, masih tersisa saldo sebesar Rp51.600.500.
Harapan dan Komitmen ke Depan
Melalui kegiatan pemaparan ini, Pemerintah Desa Lassar berharap adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa yang disertakan kepada BUMDesa. Selain itu, program budidaya ikan kerapu diharapkan mampu menjadi salah satu pilar ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Lassar.
Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi dan penguatan sinergi antara pemerintah desa dan BUMDesa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.