Maras Taun dan Halal Bihalal Desa Lassar 2026, Tradisi Syukur yang Perkuat Kebersamaan dan Kearifan Lokal
- Apr 15, 2026
- Admin Web Desa Lassar
Lassar, 5 April 2026 — Masyarakat Dusun Ulim, Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, kembali menggelar tradisi adat Maras Taun yang dipusatkan di kediaman Dukun Ulim pada Minggu (05/04/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, serta dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah.
Maras Taun merupakan warisan budaya tak benda yang telah diwariskan secara turun-temurun dan terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Desa Lassar. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil dan keselamatan selama satu tahun, sekaligus doa untuk keberkahan di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan meliputi ritual adat yang dipimpin oleh dukun kampung, doa bersama, tradisi pantun, serta ramah tamah antar masyarakat dan tamu undangan.
Dihadiri Gubernur dan Tokoh Daerah
Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, Wakil Bupati Belitung Syamsir, serta para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan dukun kampung se-Pulau Belitung.
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa Maras Taun merupakan simbol kuat kebersamaan, gotong royong, serta nilai-nilai spiritual yang hidup di tengah masyarakat.
“Maras Taun ini memiliki nilai spiritual sebagai bentuk rasa syukur dan harapan masyarakat kepada Allah SWT, sekaligus cerminan kearifan lokal yang harus terus kita lestarikan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta menjaga stabilitas dan keamanan desa.
Peran Penting Dukun Kampung dan FKAB
Ketua Forum Kedukunan Adat Belitung (FKAB), Muktie Maharip, menyampaikan bahwa Maras Taun merupakan tradisi rutin tahunan yang menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
“Ini acara syukuran kampung yang sudah turun-temurun. Kami akan terus melestarikannya agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa FKAB menjadi wadah pemersatu para dukun kampung dalam menjaga adat istiadat serta nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masyarakat.
Selain itu, peran dukun kampung juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menyampaikan rencana penguatan peran dukun kampung melalui penyesuaian nomenklatur menjadi “ketua adat” dalam dokumen resmi pemerintah.
Momentum Silaturahmi dan Pelestarian Budaya
Selain sebagai tradisi adat, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang terjalin di Desa Lassar.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian tradisi dan budaya daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan Maras Taun tahun ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan, serta diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai identitas budaya masyarakat Desa Lassar.